pakah kalian tahu dengan hewan bernama Trenggiling? Hewan ini dalam bahasa Inggris disebut ‘Pangolin’ dan ternyata kata ‘Pangolin’ itu berasal dari kata dalam bahasa Melayu, ‘Pengguling’. Orang Inggris menyerap kata Melayu karena dalam bahasa Inggris tidak ada kata untuk menyebut hewan ini, penyebabnya adalah karena Trenggiling tidak ada di kampung halaman mereka dan hanya ada di sebagian wilayah Afrika dan Asia saja.

Si Pengguling di Indonesia dapat ditemukan di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Jawa dan berasal dari jenis Paramanis Javanica atau disebut dengan ‘Trenggiling Sunda’. Disebut ‘Pengguling’ karena bila merasa sedang terancam bahaya maka Trenggiling akan berguling lalu menggulung badannya seperti bola, sikap tubuh seperti itu memberi mereka perlindungan dari predator melalui sisik keras yang tumbuh di sekujur tubuh mereka kecuali di bagian bawah tubuh. Sepintas, Trenggiling dengan sisik di badannya tampak seperti buah salak.

Trenggiling dapat memakan 70 juta semut dalam setahun, sisik keras di tubuh mereka terbuat dari keratin yang sama seperti pada kuku manusia yang sulit ditembus bahkan oleh taring dan rahang Harimau, Macan, dan juga Leopard. Si pengguling yang jinak ini hidup di hutan tropis, hutan kering, dan savanna. Lidahnya yang lengket dapat terentang sampai sepanjang 40 centimeter, lebih panjang dari ukuran tubuhnya sendiri dan berguna untuk menyelinap di sarang semut.

Trenggiling kini terancam punah akibat perburuan liar untuk memenuhi permintaan trenggiling di pasar gelap sebagai hewan peliharaan atau sebagai bahan untuk pengobatan tradisional. Sejak tahun 1999 si Pengguling atau Trenggiling ini dimasukkan dalam daftar hewan yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here