Siapa yang tak mengenal burung hantu? Unggas yang satu ini namanya memang mulai naik setelah ketenaran film Harry Potter. Banyak fansnya yang ingin menjadi salah satu siswa Hogwarts dan berusaha memelihara burung hantu.

Di daerah barat, jenis burung hantu dianggap simbol kebijaksanaan, tetapi tak sedikit masyarakat di Indonesia dianggap pembawa pertanda maut, sehingga masyarakat menyebutnya dengan nama burung hantu.

Burung hantu adalah merupakan salah satu jenis burung pemangsa anggota dari keluarga Strigiformes yang berburu pada waktu malam hari. Seluruhnya, terdapat sekitar 244 spesies yang telah diketahui, yang menyebar di seluruh dunia kecuali Antartika, sebagian besar Greenland, dan beberapa pulau-pulau terpencil.

Burung ini dikategorikan burung pemangsa karena memiliki paruh yang bengkok tajam seperti seperti Elang CHE, Elang IBE, Autralian Hobby atau Falco Subboteo. Berikut jenis burung hantu yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber.

Jenis Burung Hantu di Indonesia

1. Serak Jawa

Jenis burung hantu ini bertubuh besar dan memiliki warna kuning tua kecokelatan dengan bercak halus di tubuh bagian atasnya. Sementara bagian bawahnya berwarna putih dengan bintik hitam. Tingginya rata-rata sekitar 34 cm sehingga bisa dibilang ia masuk dalam salah satu jenis burung hantu yang besar. Ia juga memiliki wajah berbentuk seperti hati berwarna putih dengan tepi cokelat.

Habitat alaminya adalah di wilayah berpohon, tepi hutan, perkebunan, pekarangan, hingga taman-taman di kota besar. Setidaknya jenis burung hantu ini bisa ditemukan di daerah dengan ketinggian hingga 1.600 m di atas permukaan laut.

Jenis burung hantu ini sering sekali bertengger rendah di tajuk pohon atau perdu. Kemudian ia akan mengeluarkan suara yang terkadang terdengar memilukan atau bersahutan dengan pasangannya.

2. Serak Bukit

Dikenal juga dengan nama Oriental Bay Owl atau wowo-wiwi, Jenis burung hantu yang satu ini sering kali dibilang memiliki wajah khas yang mirip ular sendok. Tubuh bagian atasnya berwarna cokelat kemerahan dengan bintik-bintik hitam dan putih. Sementara bagian bawahnya berwarna kuning kemerah-jambuan dengan bintik hitam.

Burung ini termasuk salah satu dari jenis burung hantu malam yang pemalu. Di mana ia akan menghabiskan waktu siangnya untuk duduk merebah seperti burung paruh-kodok.

Biasanya, ia akan memakan jenis mamalia kecil, burung, kadal, ular, katak, dan serangga besar. Jenis burung hantu ini juga akan berburu dari tempatnya bertengger dan biasanya akan menangkap mangsanya di udara.

3. Celepuk Merah

Jenis burung hantu ini berukuran kecil. Jenis burung hantu ini dikenal juga dengan nama Reddish Scops Owl dan memiliki nama latin Otus rufescens. Ukuran tubuhnya hanya sekitar 15-18 cm dan ia banyak ditemukan di daerah dengan banyak pepohonan, perbukitan, serta hutan primer dan sekunder. Secara umum, habitat alaminya berada di dataran rendah, tetapi ada juga yang hidup di daerah dengan ketinggian mencapai 1.350 m di atas permukaan laut.

Warna tubuhnya kemerahan dengan bagian atasnya berwarna cokelat kemerahan dengan coret hitam dan putih. Sementara bagian bawahnya berwarna kuning kemerahan dengan coret hitam.

4. Hingkik

Jenis burung hantu yang sering dipelihara berikutnya adalah hingkik, atau yang memiliki nama lain beluk jampuk. Di dunia internasional, Jenis burung hantu ini dikenal sebagai Barred Eagle Owl atau Malay Eagle Owl. Hingkik memiliki tubuh yang tergolong besar dengan panjang sekitar 45 cm.

Ciri khasnya adalah memiliki bulu berwarna abu-abu tua dengan bercak telinga horizontal mencolok. Tubuh bagian atasnya berwarna cokelat kehitaman, sementara bagian bawahnya berwarna abu-abu keputihan bergaris hitam tebal.

Habitat aslinya adalah hutan tropis dan subtropis dataran rendah dengan ketinggian hingga 1.000 meter di atas permukaan laut. Sementara makanan utamanya adalah serangga besar, mamalia kecil, reptil, ikan-ikan kecil, dan burung-burung kecil.

Hingkik termasuk jenis burung hantu yang setia dan hanya memiliki satu pasangan seumur hidupnya. Ketika musim kawin tiba, mereka akan kembali ke sarang yang sama dari tahun ke tahun. Dalam satu musim kawin itu, mereka hanya akan menghasilkan satu telur sebelum dierami.

Jenis Burung Hantu di Dunia

5. Burung Hantu Salju

Sesuai dengan namanya, hewan bernama latin Bubo Scandiacus ini tinggal di tempat dingin yang penuh salju. Warna bulu burung hantu salju jantan lebih putih dibanding betina. Makin dewasa burung hantu salju jantan, makin putih warna bulunya.

Bahkan, ada juga yang warnanya putih bersih. Ukuran tubuh sang jantan juga lebih kecil dibanding bentina. Uniknya, burung hantu salju yang masih kecil justru warnanya coklat kehitaman.

6. Burung Hantu Elang

Burung hantu elang (Bubo bubo) adalah salah satu jenis burung hantu terbesar. Panjang tubuhnya bisa mencapai 70 sentimeter. Burung hantu elang biasanya memangsa hewan kecil, seperti kelinci.

7. Burung Hantu Cokelat

Burung hantu cokelat (Strix aluco) termasuk ke dalam jenis burung hantu ukuran sedang. Panjang tubuhnya sekitar 37-46 sentimeter. Sama dengan kebanyakan burung hantu lainnya, burung hantu cokelat juga punya pendengaran yang tajam. Burung hantu ini biasanya memangsa rondent, bahkan burung hantu yang ukurannya lebih kecil.

8. Burung Hantu Abu-Abu Besar

Burung hantu abu-abu besar (Strix nebulosa) adalah jenis terbesar di dunia. Berbeda dari burung hantu kebanyakan, burung hantu abu-abu besar berburu di siang hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here